Wanita yang baik

Impian terbesar seorang wanita adalah menikah dengan dia yang mau menyempurnakan hidupnya dengan landasan iman dan takwa. Yang mau menggenggam erat tangannya, dan senantiasa hidup bersama dengan penuh kasih sayang di setiap langkah yang dilaluinya.

Begitu pula dengan lelaki, impian terbesar mereka adalah memiliki wanita yang Sholehah yang mampu membawa dirinya ke jalan sakinah mawadah wa Rohmah. Yang dapat mendidik anaknya ke jalan yang benar dan dapat menjadi anak yang berakhlak mulia juga berprestasi kelak.

Sah-sah saja semua orang memiliki kemauannya masing-masing. Namun, untuk mencapai apa yang diimpikannya pun kita harus memikirkannya dengan matang-matang. Maksudnya ย kita harus melalui proses yang benar yang telah dicontohkan oleh Rasulullah melalui istrinya dan sosok perempuan lain yang telah Alloh tulis di dalam kitabNya.

Yaitu perempuan yang Sholehah, dia yang selalu beriman dan bertaqwa kepada Allah. Baik akhlaknya, Tutur katanya, pendidikannya, dan semua kepribadian yang dapat menunjang kualitas hidupnya.

Dengan memiliki kriteria tersebut mereka sudah dapat mempersiapkan dirinya untuk dapat mengasuh anak dengan baik. Karena wanita adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Dan pada saat usia satu sampai lima tahun merupakan waktu emas yang mana penyerapan otak anak saat itu sedang berkembang pesat. Maka dari itu didiklah diri kita sendiri sebelum kita mendidik orang lain, apalagi itu adalah anak kita sendiri. Karena anak adalah anugerah terindah dari Tuhan yang harus kita jaga.

Pengalamanku mengenai hal ini memang masih sangat dangkal, namun dari hasil pengamatanku terhadap situasi ini adalah bahwa kita selaku wanita harus bisa pintar segala macam hal. Harus bisa menjaga segala hal. Harus memiliki jiwa yang penuh kasih dan sayang yang mana bisa membawa pelabuhan rumah tangga nya ini sakinah mawadah warahmah. Alangkah bahagianya mungkin jika hal ini dapat terwujud dalam keluargaku nanti. Mungkin semesta akan iri terhadap keluargaku. Seandainya aku telah berumah tangga nanti, aku ingin mencurahkan segalanya padamu, keluargaku.

Iklan

Pilihan

Sebelum tulisan ini dibuat, penulis merasakan kegundahan yang teramat mendalam. Mengapa tidak, jika kita dihadapkan dengan sebuah pilihan kita harus bisa memilih dengan tepat, tidak asal pilih karena suatu hal yang menurut hati bisa membahagiakan saja, namun harus mempertimbangkan juga baik maupun buruknya sebuah pilihan. Saat kita melihat sisi baiknya, berarti kita harus bisa mensyukuri kebaikan yang akan membersamai kita. Sedangkan saat melihat dari sisi buruknya, kita harus siap menerima segalanya dengan lapang dada. Karena di dunia ini tak akan pernah ada yang sempurna, impossible rasanya ada sesuatu yang sempurna. Hanya Sang Penciptalah yang Maha Sempurna.

Jika kamu membaca tulisan ini, aku ingin mengatakan sesuatu yang sangat penting. Semua ini sudah aku pertimbangkan dengan matang bersama orang-orang terdekatku. Tak lain mereka adalah keluargaku. Jika seandainya masih ada kepercayaanmu padaku untuk dapat membersamaimu, datanglah ke rumahku dan mari kita buat sesuatu menjadi nyata. Namun jika memang sudah tak memungkinkan lagi, mungkin hal ini hanya akan menjadi bagian dari lembaran cerita masa laluku saja selamanya. Aku tak khawatir. Mungkin semuanya juga sudah menjadi bagian dari takdir yang harus diterima mau senang ataupun sedih. Aku berharap kamu bisa membacanya.

 

April, 17-4-17

Ketakutan

Setiap orang memiliki alasan mengapa dia berbuat seperti ini dan itu, karena hidup adalah sebuah pilihan yang harus mereka tetapkan dalam hidupnya. Kehidupan yang mereka jalani selalu menuntut dirinya untuk berupaya memberikan yang terbaik terhadap hidupnya, meski terkadang di tengah jalan sering kita jumpai sesuatu yang dapat menghalangi apa yang mereka inginkan.

Terkadang seseorang terlihat seperti tak memiliki pilihan padahal itulah pilihannya. Pilihan seperti yang kita lihat saat ini. Mereka terlihat seperti tidak peduli atas hidupnya, namun mereka sangat menikmatinya. Ya, seharusnya kita tidak usah pusing-pusing mempermasalahkan kehidupan orang lain, akan tetapi terkadang kita mau peduli atas kehidupannya, entah itu hanya sekedar ingin tahu atau ingin meluruskan apa yang menurut kita masih kurang bahkan memperbaiki dengan sebenar-benarnya. Berbagai macam tujuan, dan itu sah saja.

Saat kita terlihat seperti tidak peduli terhadap seseorang, sebenarnya beberapa kemungkinan bisa saja terjadi, kemungkinan pertama dia takut untuk melakukan hal itu lagi dan mendapatkan kekecewaan lagi seperti dahulu, atau dia pura-pura tidak peduli padahal diam-diam selalu memperhatikan. Dan berbagai kemungkinan yang lain.

Rasa ketakutan yang membelenggu manusia terkadang bisa menghalangi apa yang ingin mereka perbuat. Mereka tidak bisa bebas untuk mengekspresikan apa yang mereka rasakan. Hal ini akan terasa sulit jika tak ada dorongan yang positif untuk dirinya. Namun, sebenarnya kekuatan terbesar untuk menghancurkan ketakutan itu sendiri tetap ada dalam dirinya.

Penerimaan

Semua orang memiliki karakter yang berbeda-beda. Itu yang harus bisa kita sadari saat kita berhadapan dengan ribuan orang yang kita temui. Jangan jauh-jauh dengan orang lain yang baru kamu jumpai, saudaramu sendiri bahkan dirimu dengan orang tua mu pun pasti memiliki karakter yang berbeda, dan ini adalah sebagian dari kuasa Tuhan.

Berbicara mengenai karakter, kita takkan pernah selamanya bisa dengan mudah menerima apa yang hanya kita inginkan saja. Terkadang kita harus dihadapkan dengan seseorang yang memiliki karakter yang asing dengan kita. Yang berseberangan dengan karakter kita. Dan disana lah kita harus bisa menerima semua kelebihan maupun kekurangan yang ada pada orang tersebut, namun dalam batas wajarnya. Masih ada hak kita juga untuk mengingatkan baik dan buruknya apa yang kita perbuat. Hal ini harus selalu diluruskan untuk kebaikan bersama.

Misalnya ada seseorang yang selalu suka mencurahkan apa yang sedang terjadi dalam hidupnya. Dengan menulis dia bisa menghilangkan kepenatannya, mengeluarkan apa yang sedang dia rasakan baik itu kebahagiaan maupun kesedihan. Walau terkadang lebih banyak kegalauan sih. Dan itulah mungkin karakternya.

Ada juga yang ketika bahagia dia malah terlihat jutek, padahal dia sedang merasakan kebahagiaan dan jika kita lihat dalam hatinya dia itu hatinya sedang berpesta dengan menghidupkan kembang api yang menyala-nyala di angkasa. Namun ketika sedih dia menyembunyikannya dengan tawa yang tak pernah kita sangka. Bermacam-macam watak ini harus kita maklumi. Karena ada beberapa hal yang memengaruhi sesuatu itu harus terjadi, seperti faktor genetiknya yang diwariskan dari kedua orang tuanya, lalu ada juga faktor dari lingkungannya, pergaulan dia bersama teman-teman nya, bisa jadi karena pengalaman yang pernah terjadi dan memberikan dampak yang besar terhadap kehidupan nya kini, masa lalu, dan lain-lain.

Menerima beraneka ragam perbedaan itu sulit, jika kita selalu menginginkan kesempurnaan dan kehendak hati kita. Akan tetapi apabila kita dapat menerimanya dengan ikhlas dibarengi kesabaran, karena kita sadar bahwa di dunia ini tidak akan pernah ada manusia yang sempurna, maka hidup kita akan tenteram.

Ketidakpastian

Saat ku merasa telah menemukan sosok yang terlihat cocok untuk diriku, disana aku merasa mengapa pertemuan ini hadir di waktu yang masih belum tepat. Dapat kamu bayangkan, bagaimana perihnya kegagalan di masa lalu yang membuat diri ini takut tuk terjatuh di lubang yang sama, seperti itulah kekhawatiran ku. Aku slalu merasa mengapa kita harus bertemu di waktu yang tidak tepat untuk saling bertukar sapa, bertukar pikiran, maupun bertukar perasaan.

Terkadang, bahkan memang cara ini yang sering aku lakukan, menjauh, hanya tuk sekedar ingin tahu seberapa besar cinta kan menyatukan kita. Menjauh, sering ku definisikan untuk membuktikan seberapa kuat perasaan yang kita miliki dalam ketidakpastian. Karena disanalah pembelajaran mengenai sabar kita diuji, ketika kepastian harus memenangkan perasaan kesedihan dari ketidakpastian itu sendiri. Seberapa yakin kita terhadap apa yang kita rasakan pada saat itu. Karena kebanyakan manusia hanya bisa mencinta saat rupa ada di depan mata. Tak pernah percaya pada apa yang kasat mata. Perasaannya sendiri. Dari sana pula aku bisa melihat apakah kita akan mempertahankan perasaan ini atau kita kan berpaling mencari kebahagiaan yang lain.

Mungkin memang ada baiknya, masa ketika kita masih belum bisa saling menemukan, atau masa bertemu kita harus diberi kesabaran yang tinggi. Karena pembuktian dari cinta itu ketika kita masih belum memilikinya, namun kita masih mau untuk bertahan. Menyakitkan, memang, namun inilah cara terbaik dari mencintai sebelum digenapi.

Apa yang membuatku masih gagap tuk sekedar berkata ‘aku cinta kamu’ adalah rasa kehilangan. Seperti halnya kamu, aku tak mau membuat perasaan ini bertahan hanya sekejap mata. Terlalu disayangkan bila perasaan ini hadir hanya untuk sekejap saja.

Yakin

IMG_20170312_103824_552

Percayalah, Alloh akan selalu memberikan jalan keluar kepada setiap orang yang berusaha semaksimal mungkin, tidak selalu dengan yang diharapkan, bisa jadi dengan sesuatu yang lain yang lebih baik dari yang kita harapkan. Jangan lupa Doa, Usaha, Ikhtiar, Tawakal. ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

Ini adalah kalimat yang sering saya terapkan kepada diri saya sendiri untuk memacu semangat saya agar tidak hilang. Entah sudah berapa kali saya mengikuti event-event yang saat itu mereka tawarkan kepada semua orang untuk dapat diikuti oleh banyak orang dan ketika itu saya selalu mengikutinya dan selalu berharap saya mendapatkan kesempatan emas tersebut.

Saya pernah mengikuti pelatihan wirausaha, saat itu saya hampir memiliki harapan selangkah lagi untuk dapat lolos seleksi, hanya saja mungkin Dia masih belum mengizinkan saya untuk lolos. Dan begitulah seterusnya, tiap kali ada event yang ingin sekali saya ikuti rata-rata banyak yang gagal ditengah jalan. Namun saat saya introspeksi diri, mungkin kesempatan itu tidak akan baik saya terima saat itu juga, mungkin Dia sedang mempersiapkan kesempatan yang lain bahkan lebih indah dari kesempatan itu.

Akan tetapi saya tidak pernah ingin patah semangat. Apalagi dalam berharap dan berusaha saya selalu memastikan bahwa saya pasti bisa mendapatkan sesuatu yang ingin saya lakukan. Dan Alhamdulillah berkat doa yang kuat dan ikhtiar yang tak pernah padam Alloh selalu mengabulkan apa-apa yang hambaNya inginkan. Dan saya semakin percaya bahwa Alloh itu Maha Kuasa atas segala sesuatu. Jadi jangan ragu tuk meminta padaNya. Karena Dia lebih suka kita selalu meminta kepadaNya, dia selalu rindu kepada umatNya yang mengadu kepadaNya baik itu tentang kesusahannya, maupun tentang kesenangannya. Percayalah, hanya Dia yang mengerti hambaNya. Percayalah, bahwa doa merupakan cara terbaik dalam segala hal setelah usaha dilakukan.

Raih ridho Nya

IMG_20170311_233511_777

Foto ini diambil ketika diri ini berniat untuk berhijrah.

Disaat semua orang tengah dilema akan usia yang mengharuskan diri untuk digenapi, saya merasa baiknya diri ini untuk diperbaiki. Karena jika waktunya telah tiba, semua akan genap pada waktunya. Tak usahlah risau kepada orang-orang yang kini tengah berdua dengan rancangan masa depan yang sama saja absurd seperti yang tak berpasangan. Bedanya, mereka berdua bersama makhluk sementara kita berdua sama Sang Pencipta. Sempat saya juga galau memikirkan hal ini, tapi inilah kenyataan hidup yang harus kita sederhanakan, sesulit apapun itu masalah. Di usia yang tak lagi muda ini semua orang hanya selalu menuntut haknya kepada Dia, untuk digenapi. Sementara perintaNya mereka lupa. Saya berkaca pada diri yang tidak sepenuhnya sempurna di masa lalu bahwa seharusnya orientasi hidup adalah dariNya, kepadaNya dan hanya untukNya. Dan pantas saja kini kita sering merasa dilema yang berkepanjangan karena toh kita tidak pernah mau mempelajari ilmuNya, nasihatNya, dan lain sebagainya yang berkaitan terhadap jalanNya. Ini adalah perkara sulit, jalan yang sulit karena harus memerangi hawa nafsu diri yang tak berkesudahan. Karena sejatinya musuh abadi kita akan terus menggoda sampai kita berada pada titik terakhir dari kehidupan ini, hembusan terakhir yang menentukan kita akan menempuh jalan yang seperti apa selanjutnya. Dan, rasanya lebih baik kita terus tingkatkan kapasitas diri supaya semua harapan kita, keluarga, guru, sanak saudara bahkan masyarakat luas yang pastinya sedang menunggu sang pencerah umat supaya lebih fokus pada kebermanfaatan diri dan semua. #hijrah

Arti kehidupan

IMG_20170311_091112_816

Novel ini menceritakan dunia arsitektur yang bernuansa islami. Yang sebelumnya tidak pernah terbersit sedikit pun dalam benak saya bagaimana cara merancang sebuah bangunan kokoh yang tidak hanya sekedar bagus, namun memiliki nilai tersendiri dari estetika dan ruh Ilahiahnya. Bukan hanya sekedar itu, dalam novel ini juga digambarkan bagaimana tentang indahnya konsep-konsep Islam tentang ta’aruf, sampai selanjutnya ke tahap pernikahan dan berumah tangga. Membahas semua permasalahan yang ada di dalam rumah tangga beserta pemecahan masalah nya itu sendiri. Dan saya sadari ternyata diri ini masih didapati banyak kekurangan terlebih dalam bidang pengetahuan, baik dari segi akademisi apalagi dalam praktisi. Ya, menjadi ibu dalam sebuah keluarga merupakan pekerjaan yang sangat mulia, terlebih jika menjadi ibu rumah tangga plus wanita karier. Ini adalah hal yang sangat mengagumkan. Harus bisa menyelaraskan segala hal supaya pekerjaan di rumah dan di kantor dapat terealisasi dengan sempurna. Ya Alloh, jadikan penantian ku ini ada dalam ridhoMu. Sulit memang membayangkan hidup ini sendiri kali ini. Namun aku percaya, pasti akan ada masanya untuk aku menggenapi hidupku bersama seseorang yang terbaik bagiku. Bagi agamaku. Berilah aku banyak ilmu pemahaman yang sangat baik demi melanjutkan kehidupanku untuk saat itu sampai akhir hayat ku. Ini memang tidaklah mudah, namun aku percaya denganMu aku pasti dapat melewati segalanya.

Rindu

Entah mengapa rasanya kini aku begitu merindukan waktu itu. Waktu dimana aku bisa bercerita bersamanya dengan bebas, dengan penuh cinta dan kasih sayang. Namun kini semuanya sudah tidak bisa kami lakukan lagi karena kesalahanku.

 

Kesempatan mengenalmu adalah sebuah anugerah terindah yang pernah ku miliki. Entah harus menggunakan cara apalagi supaya aku dapat dengan ikhlas melepasmu. Semua bayang-bayang tentangmu, tentang cerita kita di masa itu sungguh aku tak bisa melupakannya secepat itu. Waktu hampir menginjak 2 tahun terakhir ini tanpamu ku rasakan hampa. Meskipun yang dapat kamu lihat aku terlihat baik-baik saja bersama yang lain. Namun di relung hati yang sangat dalam aku menyimpan kesendirian yang teramat dalam tanpamu. Tak jarang aku sering membuntutimu dari kejauhan. Melihat status dia yang menggambarkan kebahagiaan diantara kalian. Terkadang aku bersyukur karena kamu telah menemukan seseorang yang lebih baik dari aku untuk melanjutkan hidupmu. Tapi disisi lain aku menangis. Karena bukan dengan aku cerita itu berlanjut. Berjalan dengan jelas di depan mataku yang masih mencintaimu.

 

Ya, inilah salahku. Inilah ulahku yang selalu memaksakan segala kehendak ku secara sepihak. Tanpa mau didiskusikan terlebih dahulu. Aku egois, bahkan sangat detik itu. Aku tidak bisa berpikir panjang dan kini hanya bisa meratapi kenangan bersama puluhan tempat, barang, bahkan kenangan dalam tulisan dan ingatan yang tak pernah pudar. Dan tak jarang air mata membanjiri pelupuk mataku. Di keheningan waktu kapan pun itu, saat aku teringat kamu aku hanya bisa menangis menahan rindu yang tak dapat terbalas lagi seperti dulu. Saat kita masih bersama, mungkin tangis ini terdengar sangat membahagiakan. Rindu ini terasa mendekatkan. Akan tetapi saat kini yang terasa hanyalah sayatan-sayatan penyesalan yang tak berkesudahan.

 

Selang beberapa lama kini ku dengar kabarmu sudah tak menjalin hubungan dengannya lagi. Bahkan dengan perempuan lain pun tidak. Ada perasaan lega karena aku merasa memiliki kesempatan lagi untuk mendapatkan hatimu. Lalu saat ini kuputuskan untuk menunggu saja. Menunggu bersama doa-doa yang slalu kupanjatkan kepadaNya. Aku tau kesempatan ini akan sangat sedikit sekali. Tapi aku tidak ingin menyerah sampai disini saja. Mungkin jika ini memungkinkan ini adalah salah satu bentuk penebusan kesalahanku di masa itu. Walaupun aku tau hal ini tidak dapat menyembuhkan lukamu seutuhnya atas kekecewaanmu terhadapku. Mohon maafkan aku yang tak dapat mengerti kalau itu. Aku hanya selalu membenarkan opiniku tanpa mengindahkan pendapatmu. Dan kini harus kuterima bahwa aku harus merindu tanpa terbalas. Bahwa aku harus memendam tanpa kau sadari. Bahwa aku harus mencintai tanpa memiliki. Aku harus bisa menjalani ini semua karena aku yakin suatu saat nanti Dia akan berikan jawaban, hanya saja aku harus sabar kali ini. Apabila jawabannya kamu, aku sangat bersyukur. Akan tetapi jika jawabannya bukan kamu, aku hanya bisa menerima dengan penuh syukur juga. Semoga apa-apa yang telah digariskan oleh Nya itu adalah yang terbaik. Aku hanya bisa meminta saja ketetapan dari Nya.

Bersyukur

Apa yang kita pikirkan tentang sembilan kata ini dalam benak kita? Rata-rata kita melakukan hal ini saat kita sedang mendapatkan sebuah nikmat yang selalu kita dambakan sebelumnya. Atau bisa jadi kita mendapatkan suatu kenikmatan yang sudah kita perjuangkan sebelumnya lalu kita pun bersyukur atas apa yang telah kita raih saat itu.

Kalau kejadiannya seperti itu mungkin kita akan sangat mudah untuk melakukannya, bagaimana tidak ibaratnya kita diberi sesuatu oleh orang yang selalu baik terhadap kita, lalu kita pun pasti akan membalas kebaikannya secara mudah mengingat apa yang sudah mereka lakukan terhadap kita itu sangat membantu kita.

Akan tetapi bagi Alloh, bersyukur itu bukan hanya saat kamu mendapatkan hal-hal yang baik saja, namun Alloh juga ingin kita selalu mensyukuri nikmat berupa hal-hal yang bisa jadi menyakitkan saat kita mendapatkannya, tetapi kita dituntut untuk selalu bersyukur.

Cerita ini bukan orang lain yang mengalaminya, tetapi saya sendiri. Kejadian itu terjadi ketika H-1 pernikahan kakak saya. Saya disuruh oleh kakak saya untuk mengurusi pernikahannya yang sebentar lagi akan dilaksanakan. Saat itu mengharuskan kami (saya dan Paman saya yang akan mengantar saya ke sebuah tempat dikarenakan saya tidak bisa mengendarai motor) pergi sambil mengendarai motor.

Beberapa menit setelah kami berlalu dari rumah kami merasakan ada hal yang ganjil terhadap motor yang kami tumpangi. Pamanku berkata sepertinya motor ini sudah harus diservice karena ada yang macet. Entah bagian mananya saya kurang peduli karena saya tidak mengerti tentang motor. Setelah beliau berhenti berbicara, beliau menambah kecepatan dari motor tersebut lalu kemudian dipelankan lagi dan tiba-tiba saja rem motor kami macet dan terjatuh tanpa aba-aba.

Rasanya saat itu saya sangat takut sekali, bukan karena saya terjatuh, tapi saya membayangkan bagaimana jika yang terjatuh ini bukan saya, tapi kakak saya. Selepas kejadian itu saya terus berdoa semoga bisa diselamatkan dan juga diberi kelancaran dalam acara ini. Mengingat Mama saya terlihat gusar karena untuk pertama kalinya Mama menikahkan seorang anak dan mungkin karena belum adanya pengalaman jadinya membuat banyak kekhawatiran dalam pikirannya.

Kejadian kedua saat saya beserta beberapa keluarga saya akan berangkat ke rumah nenek saya, karena kami akan menghadiri acara pernikahan saudara saya. Saat itu, sore hari kami melakukan perjalanan dibawah guyuran hujan yang membanjiri atap rumah kami.

Awalnya saya sudah memutuskan untuk tidak mau berangkat dikarenakan malas harus melakukan perjalanan jauh bersama adik saya yang pastinya saya harus siap untuk mengurusnya. Akan tetapi sore itu uwa saya datang dan mengajak saya kembali untuk ikut kesana. Alhasil saya pun ikut kesana.

Kami berdua pun pamit kepada kedua orang tua. Setelah itu saya dibonceng oleh Paman saya dan adik saya dibonceng oleh uwa saya. Saat itu ada perasaan cemas menyelimuti dikarenakan uwa saya masih kurang lihai karena beliau baru bisa mengendarai motor.

Saat kami hendak menyeberangi rel kereta api yang tidak berpalang pintu di dekat rumah saya, uwa saya tidak melirik ke kanan dan ke kiri terlebih dahulu, sementara kereta sudah dekat akan melewati arah kami. Saat itu yang terjadi kami hanya bisa menjerit karena takut sekali uwa dan adik saya terlindas kereta. Namun kalau bukan karena pertolongan Alloh mungkin semua ini tidaklah bisa terjadi. Saya sangat syok kala itu. Namun saya harus melanjutkan perjalanan ini.

Kejadian yang ketiga ini terjadi sepulang saya dari sahabat saya. Mungkin akibat dari kecapean dan saya kurang menjaga diri, akhirnya saya jatuh sakit. Perut saya sangat melilit sekali dan ingin muntah. Lalu pada malam itu ketika saya sedang sakit, saya merasa saat itu juga akan dicabut nyawa olehNya. Saat itu saya banyak berdoa semoga bisa Khusnul khatimah mengingat mati itu adalah langkah awal kita menuju tempat keabadian. Saya sangat takut bila saya harus masuk neraka, mengingat saya banyak sekali melakukan kesalahan.

Dari beberapa peristiwa ini saya sadar, entah berapa kali rasanya maut hendak datang menjemput ku, dan entah berapa kali juga Alloh memberikan kesempatan hidup bagi saya. Kini saya mengerti mengapa bersyukur itu amat diperlukan.

Tentang sabar

IMG_20161230_052505.jpg

Kala itu aku sering sekali bilang kepada sahabatku bahwa aku ingin sekali pergi ke Bandung, tempat sahabatku berada. Hal ini sudah kuutarakan sekitar beberapa bulan ke belakang mengingat dulu saya mengikuti salah satu pelatihan kewirausahaan yang diadakan oleh DISKOPERINDAG namun saya tidak pernah dipanggil untuk mengikuti pelatihan ini. Ya dengan kata lain saya tidak lolos.

Saat itu, rekan-rekan saya yang mengikuti pelatihan itu semuanya mendapat panggilan dari pusat, kecuali saya sendiri. Saat hal itu terjadi sebenarnya saya sedikit agak kecewa karena harapan yang saya buat sendiri. Pada saat itu saya hanya bisa membunyikan diri saya dengan membuat produk usaha sendiri, obat dari kegalauan penolakan ini.

Yang membuat saya sedikit kecewa itu karena saya sudah berjuang habis-habisan untuk mendapatkan kesempatan ini namun alhasil saya tidak lolos, dan juga janji yang sudah diberikan dari pihak pengelola tersebut membuat deretan sakit hati saya semakin berkelanjutan.

Setelah hal itu terjadi saya tidak menyerah begitu saja. Mungkin kesempatannya belum sekarang bisa pergi ke Bandung ini. Mungkin tahun depan pun akan ada peluang lagi. Saya pun semangat lagi untuk bisa diberi kesempatan mengikuti pelatihan tersebut.

Alhasil setelah bulan-bulan yang membuat saya cukup sedikit membuat kecewa pun berlalu, yang terjadi banyak yang menawari saya bahkan teman-teman saya juga insya Alloh akan mendapatkan kesempatan mengikuti kegiatan tersebut. Betapa bahagianya hati ini bisa diberi peluang kembali.

Untuk saat ini saya hanya bisa menunggu terlebih dahulu untuk merealisasikan mimpi tersebut. Dan juga tidak boleh merasa puas karena bisa jadi kejadian yang kemarin itu bisa terulang kembali.

Namun sepertinya Alloh selalu mempunyai cara dan jalan lain untuk mengabulkan doa hambaNya. Malam itu saya bergurau kepada sahabat saya untuk menonton film yang sudah dia garap sebagai salah satu tugasnya di kampus. Saat itu dia memposting film nya di IG. Dan saya berkomentar bahwa saya akan menonton film tersebut di Bandung.

Pada saat saya mengatakan hal tersebut sebenarnya saya tidak ada pikiran sama sekali akan pergi ke Bandung dekat-dekat ini. Yang saya akan lakukan justru pergi ke Cikarang – Karawang karena ada saudara yang menikah. Dan saat saya sedang berada di pernikahan saudara saya itu, entah bagaimana saya tiba-tiba ingin pergi ke Bandung. Setelah izin dari Mama, dan Mama mengizinkan, saya sangat bahagia bisa pergi ke tempat itu lagi.

Seperti syair “bukalah satu pintu, maka akan terbuka pintu-pintu yang lain”. Saat ini saya tidak hanya bertemu dengan sahabat yang akan saya tuju, tetapi saya pun bertemu dengan sahabat-sahabat saya yang lain. Dan, apakah kalian bisa membayangkan betapa bahagianya hati ini? Saya rasa sangat bahagia sekali.

Dan malam itu awalnya kami ingin bertemu dengan sahabat kami yang lain, namun ternyata sudah cukup larut untuk menunggu dan kami pun belum makan jadi kami putuskan untuk pamit undur diri dari sahabat kami tersebut.

Setelah itu kami pun mencari makanan yang hendak kami makan, namun ternyata banyak toko-toko yang sudah tutup karena waktunya sudah cukup malam. Saat kami sedang mencari-cari tempat makan, kami awalnya akan makan steak di salah satu restoran yang namanya lupa lagi, dan ternyata disana pun sudah tutup. Akan tetapi ada seorang satpam yang memberikan rekomendasi tempat makanan yang pada akhirnya mengharuskan kami makan di sana. Ya, di kaki lima, makanan Jepang. Dan betapa bahagianya kami karena ini pengalaman pertama kami bisa merasakan sensasi makanan Jepang yang hanya bisa kami lihat di drama-drama Korea saja. Hehe. Dan ternyata memang benar. Apabila kita sabar atas segala sesuatu kita juga akan menuai kesabaran tersebut dengan buah yang sangat manis. Dan jangan lupa bersyukur.

 

Terima kasih untuk sahabatku, silfia karima yang telah mengajakku keliling Bandung.